4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumsi makanan pokok seperti roti. Manfatnya banyak sekali, di antaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.
Rasulullah SAW bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi” (Diriwayatkan oleh Muhmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubir, dan diriwiyatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari Abdullah bin Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.).
5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah SAW selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan Sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran secara umum. Sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
6. Setelah makan malam Rasulullah SAW tidak langsung tidur. Beliau malah beraktivitas terlebih dahulu supaya makan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Bisa juga dengan cara melakukan sholat.
7. Disamping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbuktu bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).
“Nabi SAW memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak)”. (Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id dari ayahnya yang bersumber dari Abdullah bin Ja’far r.a.).
Qitsa adalah sejenis buah-buah yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengnan kurma (yang baru masak)” (Diriwayatkan oleh Ubadah bin ‘Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari ‘Aisyah r.a.).
8. Rasulullah pun melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat tetapi juga kuat. Beliau pernah berlomba lari, bertandingan gulat, dan juga memanah.
Rasulullah bersabda: “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan: “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).
9. Rasulullah SAW cepat tidur dan cepat bangun. Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun di 1/3 malam untuk sholat tahajud . istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.
10. Pola makan Rasulullah SAW ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytem (Irama biologis).
Sumber: daulahislam.com
Posting Komentar